Kamu harus bersyukur
Karna masih ada orang yang mengkhawatirkanmu
Atau ingin mengetahui keadaanmu
Atau ingin mengerti kamu
Atau apapun yang berhubungan tentang kamu
Kamu juga haruslah bersyukur
Karna masih ada orang yang lebih mementingkanmu
Karna masih ada orang berjuang demi kamu
Tanpa ia mementingkan masalah batin dan fisiknya
Kamu beruntung.
Senin, 01 April 2013
Jumat, 22 Maret 2013
Nyepi di Gereja Ijen
Ini kali pertama saya memposting foto-foto hunting foto saya. Awalnya saya dan tim akan hunting foto di Kota Tua - Tidar tapi sore itu dalam perjalanan ternyata hujan badai. Akhirnya, huning foto dilanjutkan malam hari di depan Gereja Ijen.
Berikut hasil foto yang paling saya sukai:
Berikut hasil foto yang paling saya sukai:
![]() |
| model : Meriana Andika Alicia photographer : Desi editor : Agus Widi |
![]() |
| model : Meriana Andika Alicia photographer : Desi editor : Agus Widi |
Behind the Scene
Kamis, 07 Maret 2013
DUNIA BERPUTAR
Aku adalah seoarang gadis yang sedang beranjak dewasa dan
sedang mencari jati diri. Aku tidak rupawan dan tidak semenarik gadis-gadis
seumuranku, aku juga tidak semenyenangkan kebanyakan orang, aku lebih memilih
menjadi diriku yang cuek dan terkesan blakblakkan.
Bukankah, orang yang saling mencintai dan saling berjuang itu dapat bersatu? Aku mencintaimu, aku memperjuangkanm, bagaimana denganmu?
Aku terlalu lamban untuk berfikir secara logika, aku selalu berfikir memakai hati bila denganmu. Entah itu bodoh kelihatannya, tapi aku harus berjuang. Jangan sia-siakan perjuangan fisik dan batin ini ya, Sayang..
Disaat aku termenung, ntah mengapa aku selalu teringat olehmu, betapa kau baik dan setia untukku, betapa kamu ngerti aku, betapa kamu perhatian, betapa--betapa apapun yang aku rindukan, aku rindu dengan kamu yang dulu, aku rindu kamu yang tidak tempramen--yang lembut dengan aku, aku rindu dengan selalu sabar dengan aku yang super bawel dan super super suka marah-marah, aku rindu kamu selalu dengar apa mauku, apa yang aku rasain? Lalu kini apa? Cobaan..
Dan biarlah waktu dan perjuangan ini yang menjawab semuanya..
Hidupku tidak semenarik seperti dunia dongeng, yang selalu
berakhir dengan happy ending. Aku memiliki kehidupan yang complicated. Aku bukan tipe orang gampang mempercayai
seseorang, bahkan orang yang lama telah kukenal. Hidupku ruwet.
Aku selalu mengawali hariku dengan telepon genggam yang
kumiliki. Seperti biasanya, sudah menjadi kebiasaanku membuka layanan chatting
lalu mencari namamu di daftar chatku. “Selamat pagi, sayang.. semoga harimu
menyenangkan.. I love you”.
Aku masih bersyukur aku memiliki orang yang sangat
mencintaiku dan membuat aku berharga. Mungkin bisa dibilang dialah yang membuat
aku bersemangat menjalani kehidupan ini.
Aku selalu berfikir, kehidupanku tidak seberuntung orang
lain seumuranku yang sedang senang-senangnya bersama keluarga dan teman yang
selalu menghibur, tapi saya hanya mempunyai dia. Dia itu satu, satu untukku,
satu yang selalu membuat memamerkan lengkungan ujung bibirku.
Kadang-kadang aku bisa merasa berharga, tapi disisi lailn
aku sering merasa tidak dipedulikan dengan keadaan. Aku sekrang lebih memilih
untuk diam dengan keadaan yang ada dipundakku. Diam dengan tanpa berkelakuan
berlebihan dan mengomentari secara blakblakkan. Saya sedang diam dengan keadaan.
Seandainya waktu bisa diputar kembali aku ingin mengulang
disaat pertama kali kita bertemu, entah akan berjalan seperti apa, aku ingin
memperbaiki keadaan lagi, tapi akan berbeda jika sudah seperti ini. Pandangan
pertama—ada titik pandangan yang akan terus-menerus yang akan diingat seseorang
dan aku memberikanmu kesan tidak baikku. Sedih, pasti iya.
Entah apa yang membuatku sangat mencintaimu dengan begitu
rupa, entah apa aku begitu berani mencintaimu, entah apa yang menguatkanku
untuk berjuang mencintaimu. Aku mencintai dengan berani, aku mencintai dengan
perjuanganku, aku mencintaimu.
Segala apa yang kau berikan padaku, perlakuan apa yang kau
berikan padaku, aku menerimanya, lebih tepatnya mencoba menerima.
Bukankah, orang yang saling mencintai dan saling berjuang itu dapat bersatu? Aku mencintaimu, aku memperjuangkanm, bagaimana denganmu?
Aku terlalu lamban untuk berfikir secara logika, aku selalu berfikir memakai hati bila denganmu. Entah itu bodoh kelihatannya, tapi aku harus berjuang. Jangan sia-siakan perjuangan fisik dan batin ini ya, Sayang..
Disaat aku termenung, ntah mengapa aku selalu teringat olehmu, betapa kau baik dan setia untukku, betapa kamu ngerti aku, betapa kamu perhatian, betapa--betapa apapun yang aku rindukan, aku rindu dengan kamu yang dulu, aku rindu kamu yang tidak tempramen--yang lembut dengan aku, aku rindu dengan selalu sabar dengan aku yang super bawel dan super super suka marah-marah, aku rindu kamu selalu dengar apa mauku, apa yang aku rasain? Lalu kini apa? Cobaan..
Dan biarlah waktu dan perjuangan ini yang menjawab semuanya..
Rabu, 27 Februari 2013
Sang Putri
Akulah sang putri tak bertuan
Tak ada sandaran
Akulah sang putri tak bermahkota
Tak ada yang memperdulikan
Akulah sang putri tak bermimpi
Tak ada harapan dibenak ini
Tatkala aku memiliki semuanya
Apakah hidupku akan bahagia?
Jumat, 22 Februari 2013
Untitled IV
Desir nafas ini telah bergelora
Hingga merasuk ke relung hatiku
Tak dapat kutahan
Kubiarkan mereka berkelana mencari singgasana ternyaman
Nafasku saling memburu
Hingga tak terkejar olehku
Tapi senyum itu seakan memberikan isyarat
Dan memberikan udara segar
Hingga merasuk ke relung hatiku
Tak dapat kutahan
Kubiarkan mereka berkelana mencari singgasana ternyaman
Nafasku saling memburu
Hingga tak terkejar olehku
Tapi senyum itu seakan memberikan isyarat
Dan memberikan udara segar
Kamis, 21 Februari 2013
Tips: Langsing Alami
Sudah hampir dua tahun, Mama saya membuat ramuannya untuk kurus. Bahannya cuma satu doang; Jeruk nipis. Ada dua penyajian pembuatannya:
Pertama, cara ini cukup sehari sekali dan diminum pagi-pagi sebelum meminum dan memakan apapun,dan hanya yang berani untuk pahit-pahitan. Makan. boleh dilakukan bila telah meminum setengah jam sebelumnya
1. Pilih jeruk nipis yang segar, pilih beberapa buah ( 2-4 buah )
2. Potong-potong jeruk nipis, jangan pisahkan dari kulit dan bijinya.
3. Blender jeruk nipis dan diberi air sedikit saja.
4. Berikan madu alami, jangan terlalu banyak.
5. Minuman sudah dapat dinikmati.
Kedua, cara ini terbilang fleksibel karna bisa dilakukan sesuka hati untuk dosisnya. Kalau Mama saya sendiri sih, setiap sebelum makan ya minum minuman ini dulu, jadi ga bakal masalah. Bahkan diminum 10x dalam sehari saja tidak jadi masalah.
1. Pilih jeruk nipis yang segar, pilih beberapa buah (2-4 buah)
2. Potong jeruk lalu peras jeruknya.
3. Jangan berikan air, lalu beri sedikit madu alami tapi jangan terlalu banyak
4. Minuman sudah dapat dinikmati
Sampai sekarang, Mama saya tidak bermasalah dengan berat badan dan penyakit maag atau yang lainnya, malahan jeruk ini membantu melancarkan pencernaa dan tidak menimbulkan efek samping, darah tinggi, maag, dan beberapa penyakit Mama sayapun tidak kambuh.
Selamat mencoba
Pertama, cara ini cukup sehari sekali dan diminum pagi-pagi sebelum meminum dan memakan apapun,dan hanya yang berani untuk pahit-pahitan. Makan. boleh dilakukan bila telah meminum setengah jam sebelumnya
1. Pilih jeruk nipis yang segar, pilih beberapa buah ( 2-4 buah )
2. Potong-potong jeruk nipis, jangan pisahkan dari kulit dan bijinya.
3. Blender jeruk nipis dan diberi air sedikit saja.
4. Berikan madu alami, jangan terlalu banyak.
5. Minuman sudah dapat dinikmati.
Kedua, cara ini terbilang fleksibel karna bisa dilakukan sesuka hati untuk dosisnya. Kalau Mama saya sendiri sih, setiap sebelum makan ya minum minuman ini dulu, jadi ga bakal masalah. Bahkan diminum 10x dalam sehari saja tidak jadi masalah.
1. Pilih jeruk nipis yang segar, pilih beberapa buah (2-4 buah)
2. Potong jeruk lalu peras jeruknya.
3. Jangan berikan air, lalu beri sedikit madu alami tapi jangan terlalu banyak
4. Minuman sudah dapat dinikmati
Sampai sekarang, Mama saya tidak bermasalah dengan berat badan dan penyakit maag atau yang lainnya, malahan jeruk ini membantu melancarkan pencernaa dan tidak menimbulkan efek samping, darah tinggi, maag, dan beberapa penyakit Mama sayapun tidak kambuh.
Selamat mencoba
Langganan:
Postingan (Atom)

