Kamis, 07 Maret 2013

DUNIA BERPUTAR

Aku adalah seoarang gadis yang sedang beranjak dewasa dan sedang mencari jati diri. Aku tidak rupawan dan tidak semenarik gadis-gadis seumuranku, aku juga tidak semenyenangkan kebanyakan orang, aku lebih memilih menjadi diriku yang cuek dan terkesan blakblakkan.

Hidupku tidak semenarik seperti dunia dongeng, yang selalu berakhir dengan happy ending. Aku memiliki kehidupan yang complicated.  Aku bukan tipe orang gampang mempercayai seseorang, bahkan orang yang lama telah kukenal. Hidupku ruwet.

Aku selalu mengawali hariku dengan telepon genggam yang kumiliki. Seperti biasanya, sudah menjadi kebiasaanku membuka layanan chatting lalu mencari namamu di daftar chatku. “Selamat pagi, sayang.. semoga harimu menyenangkan.. I love you”.

Aku masih bersyukur aku memiliki orang yang sangat mencintaiku dan membuat aku berharga. Mungkin bisa dibilang dialah yang membuat aku bersemangat menjalani kehidupan ini.

Aku selalu berfikir, kehidupanku tidak seberuntung orang lain seumuranku yang sedang senang-senangnya bersama keluarga dan teman yang selalu menghibur, tapi saya hanya mempunyai dia. Dia itu satu, satu untukku, satu yang selalu membuat memamerkan lengkungan ujung bibirku.

Kadang-kadang aku bisa merasa berharga, tapi disisi lailn aku sering merasa tidak dipedulikan dengan keadaan. Aku sekrang lebih memilih untuk diam dengan keadaan yang ada dipundakku. Diam dengan tanpa berkelakuan berlebihan dan mengomentari secara blakblakkan. Saya sedang diam dengan keadaan.

Seandainya waktu bisa diputar kembali aku ingin mengulang disaat pertama kali kita bertemu, entah akan berjalan seperti apa, aku ingin memperbaiki keadaan lagi, tapi akan berbeda jika sudah seperti ini. Pandangan pertama—ada titik pandangan yang akan terus-menerus yang akan diingat seseorang dan aku memberikanmu kesan tidak baikku. Sedih, pasti iya.

Entah apa yang membuatku sangat mencintaimu dengan begitu rupa, entah apa aku begitu berani mencintaimu, entah apa yang menguatkanku untuk berjuang mencintaimu. Aku mencintai dengan berani, aku mencintai dengan perjuanganku, aku mencintaimu.
Segala apa yang kau berikan padaku, perlakuan apa yang kau berikan padaku, aku menerimanya, lebih tepatnya mencoba menerima.

Bukankah, orang yang saling mencintai dan saling berjuang itu dapat bersatu? Aku mencintaimu, aku memperjuangkanm, bagaimana denganmu?

Aku terlalu lamban untuk berfikir secara logika, aku selalu berfikir memakai hati bila denganmu. Entah itu bodoh kelihatannya, tapi aku harus berjuang.  Jangan sia-siakan perjuangan fisik dan batin ini ya, Sayang..

Disaat aku termenung, ntah mengapa aku selalu teringat olehmu, betapa kau baik dan setia untukku, betapa kamu ngerti aku, betapa kamu perhatian, betapa--betapa apapun yang aku rindukan, aku rindu dengan kamu yang dulu, aku rindu kamu yang tidak tempramen--yang lembut dengan aku, aku rindu dengan selalu sabar dengan aku yang super bawel dan super super suka marah-marah, aku rindu kamu selalu dengar apa mauku, apa yang aku rasain? Lalu kini apa? Cobaan..

Dan biarlah waktu dan perjuangan ini yang menjawab semuanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...