Jumat, 07 Juni 2013

Semakin Lemah Aku Dibuatnya

Inilah aku, yang lemah dalam mengutarakan apa maksud hatiku.
Terlalu lemah dalam berkata-kata.
Terlalu bodoh untuk bertindak.
Terlalu sinis dengan apa yang aku lihat selama ini.
Terlalu sensitive dengan apa yang aku rasa.
Tetapi, mau gimana lagi? Perasaan seseorang tidak bisa diatur: senang, sedih, sayang,benci, cinta, entahlah.
Teringat kejadian kemarin, harum jaket basahmu masih menghiasi rumahku. Mencium aromanya dalam-dalam membuatku semakin lemah dalam perasaan rindu dan rasa yang tidak bisa aku ungkapkan.
Mata yang memerah terkejut karna kejadian semalam yang tidak bisa aku lupakkan. Memang, itu salahku, aku terkejut dengan aksimu yang seperti itu.
Seketika aku merasa aku tidak memiliki siapa-siapa untuk bercerita, tidak ada yang bisa aku peluk erat saat aku lelah menjalani  semua ini, tidak ada bahu yang memberikkan pundaknya untukku beristirahat dan menghela nafas. Aku berusaha mengerti aksimu itu, setiap aku berusaha untuk mengerti--aku tidak kuat mengingatnya, sakit aku rasa.
Aku berusaha melupakkan seseorang yang baru-baru saja masuk dengan lincahnya kedalam hidupku, semakin membuat darah tinggiku meninggi karnanya. Setiap kali aku ingin memperbaikki status yang ada, tetapi aku tidak bisa, sudah lebih dari 3x orang-orang disekitarnya membuat aku 'marah' tapi marah ini tidak dapat terungkapkan, karna aku tau...
Semua masalah menjadi satu dalam waktu, semakin lemah aku dibuatnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...