Aku bukan hanya tempatmu bersandar saat kamu lelah dengan apa yang kamu hadapi, tapi aku juga tempatmu tersenyum akan apa yang kamu rasa dengan indahnya dunia. Tapi, pada kenyataannya aku hanya menjadi tempat melemparkan wajahmu saat kamu terlalu penat. Sadarkah kamu, setiap aku berargumen, kamu tidak pernah memberikan kesempatan buat aku? Setiap aku berbicara tidak kau berikan tempat? Saat aku menangis dan kamu tidak memberikan bahumu untukku? Saat aku ingin bercerita tentang apa yang aku rasa dan kamu tidak membiarkan dan tidak mendengarkan aku meluapkan keluhku. Yasudahlah, cobaan ini aku nikmati, entah sampai kapan, aku tetap berharap pada waktu supaya aku bisa berubah menjadi apa yang kau inginkan selama ini, engkau bisa berbaik hati untukku, aku bisa sesayang dulu dan kamupun begitu, harus aku Amini.
Terlalu terlambat memang aku menyadari semuanya yang pernah aku lakukkan, aku berharap juga kamu tidak terlambat untuk menyadari sikapmu selama ini. Bukannya aku tidak menghargai apa yang telah kamu korbankan selama ini, tapi aku hanya inginkan kamu berada disampingku, bukan berada didepanku yang sangat jauh aku gapai. Atau aku yang terlalu jauh dibelakangmu hingga aku hanya berharap kamu kembali dan membawaku berjalan bersamamu? Hahaha, terlalu jauh impianmu!
Selasa, 11 Juni 2013
Sabtu, 08 Juni 2013
Serpihan Duit
Gatau deh ya kepikiran buat ngefoto (ala-kadarnya) para serpihan uang ini. Hehehe lebay sih ya. Yaudah ngehehehe...
Jumat, 07 Juni 2013
Semakin Lemah Aku Dibuatnya
Inilah aku, yang lemah dalam mengutarakan apa maksud hatiku.
Terlalu lemah dalam berkata-kata.
Terlalu bodoh untuk bertindak.
Terlalu sinis dengan apa yang aku lihat selama ini.
Terlalu sensitive dengan apa yang aku rasa.
Tetapi, mau gimana lagi? Perasaan seseorang tidak bisa diatur: senang, sedih, sayang,benci, cinta, entahlah.
Teringat kejadian kemarin, harum jaket basahmu masih menghiasi rumahku. Mencium aromanya dalam-dalam membuatku semakin lemah dalam perasaan rindu dan rasa yang tidak bisa aku ungkapkan.
Mata yang memerah terkejut karna kejadian semalam yang tidak bisa aku lupakkan. Memang, itu salahku, aku terkejut dengan aksimu yang seperti itu.
Seketika aku merasa aku tidak memiliki siapa-siapa untuk bercerita, tidak ada yang bisa aku peluk erat saat aku lelah menjalani semua ini, tidak ada bahu yang memberikkan pundaknya untukku beristirahat dan menghela nafas. Aku berusaha mengerti aksimu itu, setiap aku berusaha untuk mengerti--aku tidak kuat mengingatnya, sakit aku rasa.
Aku berusaha melupakkan seseorang yang baru-baru saja masuk dengan lincahnya kedalam hidupku, semakin membuat darah tinggiku meninggi karnanya. Setiap kali aku ingin memperbaikki status yang ada, tetapi aku tidak bisa, sudah lebih dari 3x orang-orang disekitarnya membuat aku 'marah' tapi marah ini tidak dapat terungkapkan, karna aku tau...
Semua masalah menjadi satu dalam waktu, semakin lemah aku dibuatnya....
Terlalu lemah dalam berkata-kata.
Terlalu bodoh untuk bertindak.
Terlalu sinis dengan apa yang aku lihat selama ini.
Terlalu sensitive dengan apa yang aku rasa.
Tetapi, mau gimana lagi? Perasaan seseorang tidak bisa diatur: senang, sedih, sayang,benci, cinta, entahlah.
Teringat kejadian kemarin, harum jaket basahmu masih menghiasi rumahku. Mencium aromanya dalam-dalam membuatku semakin lemah dalam perasaan rindu dan rasa yang tidak bisa aku ungkapkan.
Mata yang memerah terkejut karna kejadian semalam yang tidak bisa aku lupakkan. Memang, itu salahku, aku terkejut dengan aksimu yang seperti itu.
Seketika aku merasa aku tidak memiliki siapa-siapa untuk bercerita, tidak ada yang bisa aku peluk erat saat aku lelah menjalani semua ini, tidak ada bahu yang memberikkan pundaknya untukku beristirahat dan menghela nafas. Aku berusaha mengerti aksimu itu, setiap aku berusaha untuk mengerti--aku tidak kuat mengingatnya, sakit aku rasa.
Aku berusaha melupakkan seseorang yang baru-baru saja masuk dengan lincahnya kedalam hidupku, semakin membuat darah tinggiku meninggi karnanya. Setiap kali aku ingin memperbaikki status yang ada, tetapi aku tidak bisa, sudah lebih dari 3x orang-orang disekitarnya membuat aku 'marah' tapi marah ini tidak dapat terungkapkan, karna aku tau...
Semua masalah menjadi satu dalam waktu, semakin lemah aku dibuatnya....
Senin, 01 April 2013
Kamu Beruntung
Kamu harus bersyukur
Karna masih ada orang yang mengkhawatirkanmu
Atau ingin mengetahui keadaanmu
Atau ingin mengerti kamu
Atau apapun yang berhubungan tentang kamu
Kamu juga haruslah bersyukur
Karna masih ada orang yang lebih mementingkanmu
Karna masih ada orang berjuang demi kamu
Tanpa ia mementingkan masalah batin dan fisiknya
Kamu beruntung.
Karna masih ada orang yang mengkhawatirkanmu
Atau ingin mengetahui keadaanmu
Atau ingin mengerti kamu
Atau apapun yang berhubungan tentang kamu
Kamu juga haruslah bersyukur
Karna masih ada orang yang lebih mementingkanmu
Karna masih ada orang berjuang demi kamu
Tanpa ia mementingkan masalah batin dan fisiknya
Kamu beruntung.
Jumat, 22 Maret 2013
Nyepi di Gereja Ijen
Ini kali pertama saya memposting foto-foto hunting foto saya. Awalnya saya dan tim akan hunting foto di Kota Tua - Tidar tapi sore itu dalam perjalanan ternyata hujan badai. Akhirnya, huning foto dilanjutkan malam hari di depan Gereja Ijen.
Berikut hasil foto yang paling saya sukai:
Berikut hasil foto yang paling saya sukai:
![]() |
| model : Meriana Andika Alicia photographer : Desi editor : Agus Widi |
![]() |
| model : Meriana Andika Alicia photographer : Desi editor : Agus Widi |
Behind the Scene
Kamis, 07 Maret 2013
DUNIA BERPUTAR
Aku adalah seoarang gadis yang sedang beranjak dewasa dan
sedang mencari jati diri. Aku tidak rupawan dan tidak semenarik gadis-gadis
seumuranku, aku juga tidak semenyenangkan kebanyakan orang, aku lebih memilih
menjadi diriku yang cuek dan terkesan blakblakkan.
Bukankah, orang yang saling mencintai dan saling berjuang itu dapat bersatu? Aku mencintaimu, aku memperjuangkanm, bagaimana denganmu?
Aku terlalu lamban untuk berfikir secara logika, aku selalu berfikir memakai hati bila denganmu. Entah itu bodoh kelihatannya, tapi aku harus berjuang. Jangan sia-siakan perjuangan fisik dan batin ini ya, Sayang..
Disaat aku termenung, ntah mengapa aku selalu teringat olehmu, betapa kau baik dan setia untukku, betapa kamu ngerti aku, betapa kamu perhatian, betapa--betapa apapun yang aku rindukan, aku rindu dengan kamu yang dulu, aku rindu kamu yang tidak tempramen--yang lembut dengan aku, aku rindu dengan selalu sabar dengan aku yang super bawel dan super super suka marah-marah, aku rindu kamu selalu dengar apa mauku, apa yang aku rasain? Lalu kini apa? Cobaan..
Dan biarlah waktu dan perjuangan ini yang menjawab semuanya..
Hidupku tidak semenarik seperti dunia dongeng, yang selalu
berakhir dengan happy ending. Aku memiliki kehidupan yang complicated. Aku bukan tipe orang gampang mempercayai
seseorang, bahkan orang yang lama telah kukenal. Hidupku ruwet.
Aku selalu mengawali hariku dengan telepon genggam yang
kumiliki. Seperti biasanya, sudah menjadi kebiasaanku membuka layanan chatting
lalu mencari namamu di daftar chatku. “Selamat pagi, sayang.. semoga harimu
menyenangkan.. I love you”.
Aku masih bersyukur aku memiliki orang yang sangat
mencintaiku dan membuat aku berharga. Mungkin bisa dibilang dialah yang membuat
aku bersemangat menjalani kehidupan ini.
Aku selalu berfikir, kehidupanku tidak seberuntung orang
lain seumuranku yang sedang senang-senangnya bersama keluarga dan teman yang
selalu menghibur, tapi saya hanya mempunyai dia. Dia itu satu, satu untukku,
satu yang selalu membuat memamerkan lengkungan ujung bibirku.
Kadang-kadang aku bisa merasa berharga, tapi disisi lailn
aku sering merasa tidak dipedulikan dengan keadaan. Aku sekrang lebih memilih
untuk diam dengan keadaan yang ada dipundakku. Diam dengan tanpa berkelakuan
berlebihan dan mengomentari secara blakblakkan. Saya sedang diam dengan keadaan.
Seandainya waktu bisa diputar kembali aku ingin mengulang
disaat pertama kali kita bertemu, entah akan berjalan seperti apa, aku ingin
memperbaiki keadaan lagi, tapi akan berbeda jika sudah seperti ini. Pandangan
pertama—ada titik pandangan yang akan terus-menerus yang akan diingat seseorang
dan aku memberikanmu kesan tidak baikku. Sedih, pasti iya.
Entah apa yang membuatku sangat mencintaimu dengan begitu
rupa, entah apa aku begitu berani mencintaimu, entah apa yang menguatkanku
untuk berjuang mencintaimu. Aku mencintai dengan berani, aku mencintai dengan
perjuanganku, aku mencintaimu.
Segala apa yang kau berikan padaku, perlakuan apa yang kau
berikan padaku, aku menerimanya, lebih tepatnya mencoba menerima.
Bukankah, orang yang saling mencintai dan saling berjuang itu dapat bersatu? Aku mencintaimu, aku memperjuangkanm, bagaimana denganmu?
Aku terlalu lamban untuk berfikir secara logika, aku selalu berfikir memakai hati bila denganmu. Entah itu bodoh kelihatannya, tapi aku harus berjuang. Jangan sia-siakan perjuangan fisik dan batin ini ya, Sayang..
Disaat aku termenung, ntah mengapa aku selalu teringat olehmu, betapa kau baik dan setia untukku, betapa kamu ngerti aku, betapa kamu perhatian, betapa--betapa apapun yang aku rindukan, aku rindu dengan kamu yang dulu, aku rindu kamu yang tidak tempramen--yang lembut dengan aku, aku rindu dengan selalu sabar dengan aku yang super bawel dan super super suka marah-marah, aku rindu kamu selalu dengar apa mauku, apa yang aku rasain? Lalu kini apa? Cobaan..
Dan biarlah waktu dan perjuangan ini yang menjawab semuanya..
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

